Minggu, 06 Januari 2019

Bahaya Internet Bagi Kehidupan Manusia

Bahaya Internet Bagi Kehidupan Manusia

Internet adalah produk teknologi yang menjadi pemanis dari era Globalisasi. Internet menjadi awal dari perubahan zaman dalam hal berinteraksi dan saling mempengaruhi satu sama lain. namun patut kita ketahui ternyata Internet juga memiliki dampak negatif bagi kehidupan manusia. Berikut Dampak negatif yang bisa ditimbulkan oleh Internet yang patut kita waspadai.


Dampak Negatif Internet Terhadap Kehidupan Sosial Dan Politik 

  1. Internet secara eksplisit menjalar dan secara implisit menyebarkan nilai-nilai demokrasi liberal ala barat.
  2. Dampak negatif Internet dapat mendegradasi dan menolak negara, partai politik, dan pemerintah yang memiliki ideologi yang berbeda dari orang-orang dari Barat.
  3. Internet dapat digunakan sebagai alat untuk menyerang kedaulatan nasional dan mengganggu urusan internal negara lain. 
Dampak Negatif Internet Terhadap Moral dan Budaya
  1. Dampak Negatif internet terhadap tatanan nilai budaya yang luhur telah luntur karena internet menjadi pendukung gaya hidup barat. Website menampilkan berbagai aspek dari masyarakat barat dan kehidupan mayoritas dari mereka
  2. Internet membantu dominasi budaya dan menghomogenkan budaya dalam posisi inferior.
  3. Dampak negatif internet dapat merusak pikiran orang  dan mempengaruhi perspektif moral  dan perubahan nilai-nilai etis masyarakat.
Dampak Negatif Internet terhadap Ancaman Keamanan
  1. Keamanan Jaringan komputer menjadi rentang terhadap invasi. Cyber Crime Adalah Jenis Tindak Kejahatan Di Internet mulai bermunculan dan beraksi
  2. Dampak negatif Internet  memudahkan  kehilangan dan kebocoran rahasia. Karena kebebasan karyawan untuk mengirim dan menerima surat elektronik,  kebocoran rahasia menjadi sangat mudah pada saat ini,
  3. Internet dapat menimbulkan potensi ancaman perang informasi. Beberapa negara telah menerapkan Internet ke dalam operasi militer, telah melakukan semacam tiruan serangan terhadap negara-negara lain, jaringan telah direkayasa dengan  informasi yang menipu dan berbahaya bagi militer negara-negara lain
  4. Dampak negatif Internet dapat memberi keleluasaan pelaku kejahatan dunia maya. Internet global telah memberikan wawasan yang lebih luas dan sarana teknis yang lebih banyak untuk melakukan kejahatan komputer.
Solusi Dampak Negatif Internet
Suatu kenyataan Dampak negatif internet telah memasuki segala aspek kehidupan, mulai dari Aspek sosial, politik, budaya, moral dan bahkan memberikan ancaman terhadap pertahanan keamanan negara, Beberapa solusi yang cukup efektif untuk menahan arus dampak negatif dari internet adalah:
  • memperkuat program pendidikan Nasionalisme, etika keagamaan dan ideologi untuk menjaga keteguhan mental kita pada kebenaran norma-norma yang dianut di negara kita merupakan solusi terbaik sebagai tindakan prefentif terhadapa ancaman dampak negatif internet pada aspek sosial dan politik.
  • Memperkuat konstruksi moral, menahan penetrasi dan pengaruh pikiran korup dan budaya barat, dan menjaga kemurnian moralitas pikiran kita. adalah langkah defensif memerangi dampak negatif internet
  • Untuk mengantisipasi Dampak negatif internet, sebaiknya lembaga kebijakan membuat undang-undang, melengkapi sistem hukum; memperkuat penegakan hukum, dan memberi sanksi yang berat terhadap kejahatan internet. Saat ini, negara kita memiliki hukum-hukum berikut yang berkaitan dengan komputer dan internet: peraturan mengenai konten, Aturan pengelolaan keamanan internet. dan memberlakukan pidana bagi pelanggar-pelanggarnya.
Sebagai suatu kesimpulan, kehadiran Internet sebagai revolusi teknologi komunikasi dan informasi. Dampak positif internet memberi manfaat yang sangat besar pada semua sisi kehidupan, tetapi terlepas dari itu yang perlu diwaspadai pula adalah dampak negatif internet. mencari solusi terbaik adalah hal penting  untuk mengantisipasi dampak negatif internet.

Kebijakan dan Jurus Pemerintah Tangani Nasib Guru Honorer

Kebijakan dan Jurus Pemerintah Tangani Nasib Guru Honorer

Komisi X DPR RI telah menyelesaikan rapat kerja dengan pemerintah yang membahas nasib guru honorer atau penyelesaian THK-2 (Tenaga Honorer Kategori 2). Rapat ini menghasilkan beberapa kesepakatan. Rapat yang berlangsung selama 3,5 jam ini dihadiri oleh Mendikbud Muhadjir Effendy, perwakilan dari Kemenkeu, Kemendagri dan KemenPAN-RB.

Pembahasan pun fokus pada 157.210 guru honorer yang tidak lulus dalam seleksi pada 2013. Dari angka itu yang masih masuk dalam kriteria ujian tes CPNS seperti usia maksimal 35 tahun dan S1 hanya 12.883 guru honorer.

Kemudian yang mendaftar CPNS kemarin hanya 8.498 orang. Sementara guru honorer yang lulus SKD hanya 6.541 orang. Itu artinya dari guru honorer yang masuk dalam kriteria tes CPNS masih ada sebanyak 6.342 yang statusnya belum jelas. 

Sementara bagi guru honorer yang usianya sudah lebih dari 35 tahun pemerintah memberikan kesempatan mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Kesempatan itu juga diberikan kepada guru honorer sebanyak 144,327 orang yang tidak masuk dalam kriteria CPNS.

Namun beberapa anggota Komisi X masih mempertanyakan solusi seleksi PPPK itu. Sebab mereka masih akan dibedakan statusnya dengan guru PNS. Hal itu juga membuat terjadinya diskriminasi guru honorer di tempat mengajarnya.

Meski begitu, rapat pun mencapai kesepakatan. Ada 3 poin kesimpulan dan 3 poin kesepakatan. Berikut penjelasan hasil rapat kerja Komisi X dengan pemerintah:



A. Penjelasan Pemerintah Atas Penyelesaian Guru THK-II

Penyelesaian terhadap sisa THK-II (Guru) sejumlah 157.210 orang dilaksanakan melalui kebijakan sesuai peraturan perundang-undangan sebagai berikut:

1. THK-II yang memenuhi kualifikasi S1 dan berusia di bawah 35 tahun sejumlah 12.883 orang mengikuti seleksi CPNS dan apabila lulus dapat diangkat sebagai PNS berdasarkan UU No. 5 Tahun 2004 tentang ASN dan PP No. 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (PNS).

2. THK-II yang memenuhi kualifikasi S1 dan berusia di atas 35 tahun sejumlah 69.533 orang, 74.794 orang yang belum memenuhi kualifikasi S1, dan terhadap yang tidak lulus seleksi CPNS 2018, dapat mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) berdasarkan PP No. 49 tahun 2008 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.

3. Skema seleksi PPPK untuk THK-II sebagaiman dimaksud angka 2 akan diselesaikan paling lama pada Maret 2019.

B. Kesepakatan

1. Komisi X DPR RI dan Pemerintah sepakat penyelesaian penyelesaian Guru THK-II sejumlah 150.669 orang dan yang tidak lulus seleksi CPNS 2018 akan mengikuti seleksi PPPK yang akan dilaksanakan melalui proses seleksi khusus dengan tetap dilakukan pengawasan secara ketat.

2. Komisi X DPR RI dan Pemerintah sepakat menyelesaikan pengangkatan Guru THK-II sebagai PPPK bagi yang telah memenuhi persyaratan, sebelum bulan Maret tahun 2019 mengacu pada PP No 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja dan peraturan perundang-undangan lainnya.

3. Komisi X DPR RI dan Pemerintah sepakat untuk Guru THK-II yang belum memenuhi persyaratan diberikan kesempatan untuk menjadi PPPK dengan mengacu pada peraturan perundang-undangan lainnya.

Guru Honorer dan Buruh Tani Tonggak Kemajuan Bangsa yang Mulai Rapuh

Guru Honorer dan Buruh Tani Tonggak Kemajuan Bangsa yang Mulai Rapuh

       Guru Honorer dan buruh tani bisa dikatakan sebagai tonggak kemajuan bangsa, karena dari kedua profesi inilah bangsa kita bisa menjadi bangsa yang mandiri dan kuat layaknya kejayaan Majapahit dan Sriwijaya waktu dulu. Pada waktu itu  negara kita memiliki kekuatan maritim sekaligus agraris yang unggul, ilmu pengetahuan pun maju. Semua itu terbukti dari peninggalan kebudayaan dan peradaban kerjaan majapahit berupa Candi Borobudur yang merupakan bangunan raksasa yang memiliki tinggkat arsitektur tingkat tinggi untuk saat itu. ini bukti pada saat itu Indonesia adalah negeri yang kaya akan SDM yang berkualitas karena kemajuan pendidikannya, dan sosok gurulah yang mampu melakukannya. Pertanian saat itu juga tergolong unggul, Majapahit menjadi penyuplai bahan makanan, buah-buahan, sayur-sayuran, bahkan rempah-rempah dan kayu. Ini terbukti dengan adanya Jalur Perdagan yang melewati selat-selat di Nusantara, dan ekspansi orang-orang luar karena motif menguasai hasil pertanian dan perkebunan.

Dari narasi tadi, bisa dikatakan bahwa guru dan buruh tani merupakan pelaku sejarah dalam kemajuan bangsa Indonesia, yang saat itu masih berbentuk kerajaan Majapahit dan Sriwijaya.


       Walau kedua profesi itu penting, tetapi ternyata keduanya untuk saat ini sedang mengalami dilema. Masalahnya lagi-lagi karena kesenjangan ekonomi karena gaji dan pendapatan mereka tidak sebesar profesi lain. Kesejahteraan itulah yang menjadikan profesi ini mungkin saja tidak lagi menjadi primadona lagi, meski pun guru sempat booming dengan adanya kebijaksanaan Sertivikasi Guru untuk guru honorer yang belum PNS. Namun sekrang mulai turun animonya bersamaan dengan ketidak jelasan dari pemerintah untuk mengangkat mereka menjadi guru PNS.


       Nasib Petani juga tak kalah malangnya, pertanian sekarang sudah kalah dan tergusur oleh hegemoni Industri. Tanah pertanian banyak yang ditinggalkan dan tak produktif lagi karena ongkos bertani semakin mahal, harga pupuk naik terus, harga obat-obatan juga tak mau kalah untuk naik harga, semuanya menjadi kacau kalau serangan hama dan kasus kebanjiran dan kekeringan melanda di deareh pertanian. Itulah yang menyebabkan, anak-anaknya petani tak mau lagi jadi petani. mereka lebih memilih kerja di dunia Indusri. Efeknya, dunia pertanian tidak bergairah lagi, tanah petani tak tergarap dan akhirnya dijual karena alasan kemiskinan.



      Sungguh tragis, kalau dua profesi ini terpinggirkan dan tak tersentuh kebijakan pemerintah. Karena kalau ingin memajukan negera ini bangunlah dari segi pendidikan dan segi pertanian dan kelautan, sehingga kita bisa menjadi bangsa yang besar, sebesar Kerajaan Majapahit atau Sriwijaya di tempo dulu.

7 Kesalahan Guru Saat Mengajar

7 Kesalahan Guru Saat Mengajar


          Menjadi Guru tidaklah mudah, sebagai manusia biasa kadang guru melakukan banyak kesalahan. Namun sebagai pribadi yang profesional haruslah kita melakukan koreksi diri dan merubahnya sedikit demi sedikit. Guru harus mampu memahami kondisi-kondisi yang memungkinkan dirinya berbuat salah, dan yang paling penting adalah mengendalikan diri serta menghindari dari kesalahan-kesalahan. Menurut E. Mulyasa (2011:19) dari berbagai hasil kajian menunjukan bahwa sedikitnya terdapat tujuh kesalahan yang sering dilakukan guru dalam permbelajaran, yaitu ;


1.      Mengambil Jalan Pintas Dalam Pembelajaran
          Kita semua tahu, tugas guru paling utama adalah mengajar, dalam pengertian menata lingkungan agar terjadi kegiatan belajar pada peserta didik. Berbagai kasus menunjukan bahwa diatara para guru banyak yang merasa dirinya sudah dapat mengajar dengan baik, meskipun tidak dapat menunjukan alas an yang mendasari asumsi itu. Asumsi keliru tersebut seringkali menyesatkan dan menurunkan kreatifitas, sehinga banyak guru yang suka mengambil jalan pintas dalam pembelajaran, baik dalam perencanaan, pelaksanaan, maupun evaluasi.


2.  Menunggu Peserta Didik Berperilaku Negatif
         Dalam pembelajaran di kelas, guru berhadapan dengan sejumlah peserta didik yang semuanya ingin diperhatikan. Peserta didik akan berkembang secara optimal melalui perhatian guru yang positif , sebaliknya perhatian yang negative akan menghambat perkembangan peserta didik. Mereka senang jika m;endapat pujian dari guru dan merasa kecewa jika kurang diperhatikan .

         Namun sayang kebanyakan guru terperangkap dengan pemahaman yang keliru tentang mengajar, mereka menganggap mengajar adalah menyampaikan maateri kepada peserta didik, mereka juga menganggap mengajar adalah memberika pengetahuan kepada peserta didik. Tidak sedikit guru yang sering mengabaikan perkembangan kepribadian peserta didik, serta lupa memberikan pujian kepada mereka yang berbuat baik, dan tidak membuat masalah.

         Biasanya guru baru memberikan perhatian kepada peserta didik ketika rebut, tidur dikelas, tidak memperhatikan pelajaran, sehingga menunggu peserta didik berperilaku buruk. Kondisi tersebut sering kali mendapatkan tanggapan yang salah dari peserta didik, mereka beranggapan bahwa untuk mendapatkan perhatian dari guru harus berbuat salah, burbuat gaduh, menganggu atau melakukan tindakan tidak disiplin lainnya. Seringkali terjadi perkelahian pelajar hanya  karena mereka tidak mendapatkan perhatian, dan meluapkannya melalui perkelahian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan peserta didik tidak tahu bagaimana cara yang tepat untuk mendapatkan perhatian dari guru, orang tua, dan masyarakat sekitarnya, tetapi mereka tahu cara menggangu teman, membuat keributan, serta perkelahian, dan ini kemudian yang mereka gunakan untuk mendapatkan perhatian.

 3. Menggunakan Destructive Disclipline


           Akhir-akhir ini banyak perilaku negatif yang dilakukan oleh para peserta didik, bahkan melampaui batas kewajaran karena telah menjurus pada tindak melawan hokum, melanggar tata tertib, melanggar norma agama, criminal, dan telah membawa akibat yang sangat merugikan masyarakat. Demikian halnya dengan pembelajaran, guru akan mengahadapi situasi-situasi yang menuntut guru harus melakukan tindakan disiplin.

           Seperti alat pendidikan lain, jika guru tidak memiliki rencana tindakan yang benar, maka dapat melakukan kesalahan yang tidak perlu. Seringkali guru memberikan hukuman kepada peserta didik tanpa melihat latar belakang kesalahan yang diperbuat, tidak jarang  guru memberikan hukuman diluar batas kewajaran pendidikan, dan banyak guru yang memberikan hukuman kepada peserta didik tidak sesuai dengan jenis kesalahan.

          Dalam pada itu seringkali guru memberikan tugas-tugas yang harus dikerjakan peserta didik diluar kelas (PR), namun jarang sekali guru yang mengoreksi pekerjaan peserta didik dan mengembalikannya dengan berbagai komentar, kritik dan saran untuk kemajuan peserta didik. Yang sering dialami peserta didik adalah guru sering memberikan tugas , tetapi tidak pernah memberi umpan balik terhadap tugas-tugas yang dikerjakan. Tindakan tersebut merupakan upaya pembelajaran dan penegakan disiplin yang destruktrif, yang sangat merugikan perkembangan peserta didik.

           Bahkan tidak jarang tindakan destructive disclipline yang dilakukan oleh guru menimbulkan kesalahan yang sangat fatal yang tidak hanya mengancam perkembangan peserta didik, tetapi juga mengancam keselamatan guru. Di Jawa Timur pernah ada kasus seorang peserta didik mau membunuh gurunya dengan seutas tali raffia, hanya gara-gara gurunya memberikan coretan-coretan merah pada hasil ulangannya.

           Kesalahan-kesalaha seperti yang diuraikan diatas dapat mengakibatkan penegakan disiplin menjadi kurang efektif, dan merusak kepribadian dan harga diri peserta didik. 


4. Mengabaikan Perbedaan Peserta Didik
           Kesalahan berikutnya  yang sering dilakukan guru dalam pembelajaran adalah mengabaikan perbedaan individu peserta didik. Kita semua mengetahui setiap peserta didik memiliki perbedaan yang sangat mendasar yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran. Peserta didik memiliki emosi yang sangat bervariasi, dan sering memperlihatkan sejumlah perilaku yang tampak aneh. Pada umumnya perilaku-perilaku tersebut cukup normal dan dapat ditangani dengan menciptakan pembelajaran yang kondusif. Akan tetapi karena guru disekolah dihadapkan pada sejumlah peserta didik, guru seringkali sulit untuk membedakan mana perilaku yang wajar atu normal dan mana perilaku yang indisiplin dan perlu penanganan khusus.

            Setiap peserta didik memiliki perbedaan yang unik, mereka memiliki kekuatan, kelemahan, minat, dan perhatian yang berbeda-beda. Latar belakang keluarga, latar belakang social ekonomi, dan lingkungan, membuat peserta didik berbeda dalam aktifitas, kreatifitas, intlegensi, dan kompetensinya. Guru seharusnya dapat mengidentifikasi perbedaan individual peserta didik, dan menetapkan karakteristik umum yang menjadi cirri kelasnya, dari ciri-ciri individual yang menjadi karakteristik umumlah seharusnya guru memulai pembelajaran. Dalam hal ini, guru juga harus memahami ciri-ciri peserta didik yang harus dikembangkan dan yang harus diarahkan kembali. Sehubungan dengan uraian diatas, aspek-aspek peserta didik yang peru dipahami guru antara lain: kemampuan, potensi, minat, kebiasaan, hobi, sikap, kepribadian, hasil belajar, ctatan kesehatan, latar belakang sekolah dan kegiatannya disekolah. Informasi tersebut dapat dieroleh dan dipelajari dari laporan atau catatan sekolah, informasi dai peserta didik lain (teman dekat), observasi langsung dalam situasi kelas, dan dalam berbagai kegiatan lain di luar kelas, serta informasi dari peserta didik itu sendiri melalui wawancara, percakapan dan autobiografi.


5. Merasa Paling Pandai
       Kesalahan lain yang sering dilakukan guru dalam pembelajaran adalah merasa paling pandai dikelas. Kesalahan ini berangkat dari kondisi bahwa pada umumnya para peserta didik disekolahnya relative lebih muda dari gurunya, sehingga guru merasa bahwa peserta didik tersebut lebih bodoh disbanding dirinya, peserta didik dipandang sebagai gelas yang perlu di isi air ke dalamnya. Perasaan ini sangat menyesatkan , karena dalam kondisi seperti sekarang ini peserta didik dapat belajar melalui internet dan berbagai media massa, yang mungkin guru belum menikmatinya.
Hal ini terjadi terutama di kota-kota besar, ketika peserta didik datang dari keluarga kaya yang dirumahnya memiliki sarana dan prasarana yang lengkap, serta berlangganan Koran dan majalah yang mungkin lebih dari satu edisi, sedangkan guru belum memilikinya. Denan demikian peserta didik yang belajar mungkin saja lebih pandai daripada guru. Jika ini terjadi maka guru harus demokratis untuk bersedia belajar kembali, bahkan belajar dari peserta didik sekalipun, atau saling membelajarkan. Dalam hal ini guru harus menjadi pembelajar sepanjang hayat, yang senantiasa menyesuaikan ilmu pengetahuan yang dimilikinya dengan perkembangan yang terjadi dimasyarakat. Jika tidak, maka akan ketinggalan kereta, bahkan disebut guru ortodok.


6. Diskriminatif
      Pembelajaran ynag baik dan efektif adalah yang mampu memberi kemudahan belajar secara adil dan merata (tidak diskriminatif), sehingga peserta didik dapat mengembangkan potensinya secara optimal. Keadilan dalam pembelajaran meupakan kewajiban guru dan hak peserta didik untuk memperolehnya. Dalam prakteknya banyak guru yang tidak adil, sehingga merugikan perkembangna peserta didik, dan ini merupakan kesalahan guru yang sering dilakukan , terutama dalam penilaian. Penilaian merupakan upayakan untuk memberikan penghargaan kepada peserta didik sesuai dengan usaha yang dilakukannya selama proses pembelajaran.
         Oleh karena itu, dalam memeberikan penilaian harus dilakukan secara adil, dan benar-benar merupakan cermin dari perilaku peserta didik. Namun demikian tidak sedikit guru yang menyalahgunakan penilaian, misalnya sebagai ajang untuk balas dendam, atau ajang untuk menyalurkan kasih saying diluar tanggung jawabnya sebagai seorang guru.

7. Memaksa hak peserta didik
      Memaksa hak peserta didik merupakan kesalahan yang sering dilakukan guru, sebagai akubat dari kebiasaan guru berbisnis dalam pembelajaran, sehingga menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keuntungan.  Guru boleh saja memiliki pekerjaan sampingan, memperoleh penghasilan tambahan, itu sudah menjadi haknya, tetapi tindakkan memaksa bahkan mewajibkan peserta didik untuk membeli buku tertentu sangat fatal serta kurang bisa digugu dan ditiru. Sebatas menawarkan boleh saja, tetapi kalau memaksa kasihan bagi orangtua yang tidak mampu.
         Kondisi semacam ini sering kali membuat prustasi peserta didik, bahkan di Garut pernah pernah ada peserta didik bunuh diri hanya karena dipaksa untuk membeli alat pelajaran tertentu oleh gurunya. . Kerna peserta didik tersebut tidak memiliki uang atau tidak mampu dia nekat bunuh diri. Ini contoh akibat fatal dari guru yang suka berbisnis disekolah dengan memaksa peserta didiknya untuk membeli. Hindarilah, ingat sebagai guru akan diminta pertanggungjawaban di akhirat. Di dunia gaji tidak seberapa, jangan kotori keuntungan akhirat dengan menodai profesi. Niatkan menjadi guru sebagai ibadah. Jadikan pekerjaan guru sebagai ladang amal yang akan dipanen hasilnya kelak diakhirat. Percayalah, dan tanyakan pada hati nurani. Jangan mengambil keuntungan sesaat, tetapi menyesatkan. Sadarlah wahai guru, agar namamu selalu sejuk dalam sanubariku. Demikianlah penjelasan E. Mulyasa mengenai 7 Kesalahan Yang Sering Dilakukan Guru Dalam Pembelajaran.
 Sumber :
Mulyasa, E. 2011.Menjadi Guru Profesional. Bandung : Remaja Rosdakarya


Sabtu, 05 Januari 2019

Mengenal Lebih Dekat Anak Gunung Krakatau



Mengenal Lebih Dekat Anak Gunung Krakatau

Siapa yang tak kenal anak Gunung Krakatau, setelah tragedi Tsunami di Banten. Anak gunung ini merupakan kelanjutan dari fase hidupnya kembali gunung Krakatau.
Krakatau adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra yang termasuk dalam kawasan cagar alam. Nama ini pernah disematkan pada satu puncak gunung berapi di sana yang sirna karena letusannya sendiri pada tanggal 26-27 Agustus 1883. 
Ketinggian: 813 m
Jenis gunung: Kaldera vulkanik

Inilah gambar ilustrasi yang bisa mengantarkan kita lebih dekat dengan anak gunung Krakatau.


Contoh Naskah Pidato Tema Melawan Narkoba


Naskah Pidato MTs Nurul Huda Kalibuntu Losari

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Yang saya hormati Bapak dan Ibu Guru dan Staf pengajar
Yang saya hormati bapak dan ibu dewan juri
Dan yang saya hormati teman-temanku semuanya

 

          Marilah kita sama-sama memanjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT  yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kita semua, sehingga dihari yang indah ini kita masih dapat berkumpul bersama di ruang yang indah ini, untuk sama-sama mengikuti kegiatan “AKSIOMA”, yaitu sebuah kegiatan yang positif dan penuh manfaat bagi kita semua. Amin..
 
           Hadirin yang saya banggakan,

            Narkoba adalah istilah bahasa Indonesia untuk zat narkotika, psikotropika dan zat adiktif yang dilarang karena bisa membahayakan tubuh dan masa depan kita. zat psikotropika yang populer disebut Ekstasy dan Shabu-shabu dianggap favorit di kalangan pengguna kelas atas. Namun, untuk pengguna di kalangan kelas menengah ke bawah ada heroin kelas rendah, yang dikenal sebagai putaw, yang murah, banyak, tetapi berpotensi mematikan. Obat ini sudah tersedia di semua kota-kota besar, termasuk sekolah, tempat karaoke, bar, kafe, diskotik, klub malam, dan mereka bahkan menyebar ke desa-desa terpencil. Karena itu, tidak mengherankan bahwa pengguna narkoba terus meningkat dari tahun ke tahun.

     

 Narkoba merupakan barang haram di mata agama dan ilegal di mata hukum negara kita. Dengan mengkonsumsi narkoba secara berlebihan dan terus menerus dapat menyebabkan kecanduan dan berakibat tidak baik bagi kesehatan, bahkan, dapat berujung pada kematian para penggunanya. 
          
          Hadirin yang saya banggakan, 
          
       Seperti kita ketahui, narkoba dapat menyebar dengan cepat layaknya wabah, Bukan hanya orang tua dan dewasa saja yang menjadi korban, tapi juga remaja, terutama para pelajar yang masih duduk di bangku sekolah. Sebagai generasi penerus bangsa sudah seharusnya bagi para pelajar untuk dapat menjauhkan diri dari jeratan narkoba, karena hal ini dapat mengganggu konsentrasi dan fokus belajar serta mematikan kreatifitas kita semua. Narkoba juga mampu merusak moral para penggunanya, dan mengarahkan kita kepada prilaku yang menyimpang dan mengarahkan penggunanya untuk berlaku kriminal, seperti mencuri, tawuran, seks bebas bahkan membunuh orang lain.

Ketua Badan Koordinasi Narkotika Nasional mengatakan bahwa pengguna narkoba dari kalangan pelajar di negara ini berjumlah sekitar 7.000 siswa SMP, lebih dari 10.000 siswa SMU dan sekitar 800 siswa SD. Data yang begitu sangat memprihatinkan dan membuat kita cemas akan masa depan nanti, entah akan bagaimana kelak bila pengguna barang haram tersebut terus meningkat dan pada akhirnya masa depan negeri ini bisa hancur karenanya.

           Hadirin yang saya banggakan 

          Marilah kita bersama-sama untuk mengatakan " Tidak pada Narkoba " cara terbaik untuk menjauhkan diri dari narkoba yaitu " Jangan pernah sekali-kali mencoba ". Jauhkan diri dari lingkungan yang tidak baik dengan melakukan berbagai aktifitas, serta Ajak teman, keluarga dan kerabat untuk memerangi barang haram tersebut.

Akhir kata saya ucapkan terima kasih
Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 






GURU HARUS TAU, APAKAH ITU UNBK HOTS ?


UNBK HOTS




UNBK tahun ini akan menggunakan tipe soal HOTS. Sehingga kita sebagai pendidik harus tau, apa perbedaan dari tipe HOTS dengan tipe soal yang biasa. Sehingga kita bisa membimbing siswa untuk selalu siap mengikuti perubahan tersebut.

HOTS awalnya dikenal dari konsep Benjamin S. Bloom dkk. dalam buku berjudul Taxonomy of Educational Objectives: The Classification of Educational Goals (1956) yang mengategorikan berbagai tingkat pemikiran bernama Taksonomi Bloom, mulai dari yang terendah hingga yang tertinggi. Konsep ini merupakan tujuan-tujuan pembelajaran yang terbagi ke dalam tiga ranah, yaitu Kognitif (keterampilan mental seputar pengetahuan), Afektif (sisi emosi seputar sikap dan perasaan), dan Psikomotorik (kemampuan fisik seperti keterampilan).
BTV-revised-WR
Taksonomi Bloom (Sumber: globaldigitalcitizen.org)

Konsep Taksonomi untuk menentukan tujuan belajar ini dapat kita sebut sebagai tujuan akhir dari sebuah proses pembelajaran. Jadi, setelah proses pembelajaran tertentu, siswa diharapkan dapat mengadopsi keterampilan, pengetahuan, serta sikap yang baru.
Nah, HOTS sendiri merupakan bagian dari ranah kognitif yang ada dalam Taksonomi Bloom dan bertujuan untuk mengasah keterampilan mental seputar pengetahuan. Ranah kognitif versi Bloom ini kemudian direvisi oleh Lorin Anderson, David Karthwohl, dkk. pada 2001. Urutannya diubah menjadi enam, yaitu:
  1. Mengingat (remembering)
  2. Memahami (understanding)
  3. Mengaplikasikan (applying)
  4. Menganalisis (analyzing)
  5. Mengevaluasi (evaluating)
  6. Mencipta (creating)
Tingkatan 1 hingga 3 dikategorikan sebagai kemampuan berpikir tingkat rendah (LOTS), sedangkan tingkat 4 sampai 6 dikategorikan sebagai kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS).
Apa Tujuan Soal HOTS?
Menurut Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti, Prof. Intan Ahmad, Ph.D., HOTS adalah satu cara untuk menguji apakah seseorang bisa menganalisis, membandingkan, menghitung, dan sebagainya. "Jadi memang diperlukan kemampuan yang tidak biasa. Bukan hanya sekadar mengingat atau menghafal saja," jelas Prof. Intan dalam Ruangguru LIVE Spesial SBMPTN pada hari Selasa, 30 Oktober lalu.

Prof. Intan juga memberikan contoh dari standar soal HOTS yang biasanya terdapat kalimat-kalimat atau tabel. Seperti apa ya kawan? Yuk, kita lihat!
"Mengapa nyamuk bisa terbang lurus, belok, atau bertahan di udara? Lalu, mengapa burung yang juga bisa terbang bisa memiliki kecepatan yang lebih tinggi?"
Nah, soal HOTS semacam ini bisa kamu jawab melalui ilmu Matematika atau Fisika, Sob. Terlihat 'kan bahwa kamu tidak hanya sekadar menjawab soal dengan menghafal rumus, kamu perlu memahami konsep dari materinya juga.

Soal model HOTS ini mendorong kamu para calon mahasiswa untuk melakukan penalaran tingkat tinggi sehingga tidak terpaku hanya pada satu pola jawaban yang dihasilkan dari proses menghafal, tanpa mengetahui konsep ilmunya. HOTS merupakan salah satu tuntutan keterampilan dalam pembelajaran abad 21, yaitu berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif.
     
Soal HOTS memungkinkan untuk membuat jenis soal yang sama, namun dengan pertanyaan yang berbeda. Ketua Panitia SBMPTN 2019 sekaligus Rektor Universitas Sebelas Maret, Ravik Karsidi menyebutkan, hal ini bertujuan untuk menjaring calon mahasiswa yang berkualitas serta sesuai dengan perkembangan teknologi informasi di era digital. Dengan membiasakan diri kamu dengan soal-soal yang menantang, potensi diri kamu juga bisa terpacu untuk semakin berkembang.

Menghindari Doktrinasi Terorisme